Selasa, 19 Juli 2016

Assalamu'alaikum Alhamdulillah saya bisa menyambung kembali posting yang tertunda dikarenakan kesibukan menyambut Idul Fitri 1437 H/2016 serta Imtihan DTA Nurus Sholeh selama satu minggu dan Alhamdulillah mari kita lanjutkan.
 “Innamal A’malu Binniat Wa Innama Likullimriin Ma Nawa. Famankana Hijratuhu illallah Wa Rasulihi Fahijratuhu Illallah Wa Rasulihi. Wa Mankanat Hijratuhu liddunya Yushibuha Au Imraatu Yankikhuha Fahijratuhu Ila ma Hajara Ilaihi” (HR Bukhori Muslim)
Hadist diatas menerangkan, setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya, jika niatnya karena Allah dan rosulnya maka kebahagiaan hakikilah yang akan diraihnya, tapi jika niatnya hanya karena dunya semata atau hanya karena kesenangan syahwatnya maka sesungguhnya mereka ada dalam kekeliruan
Tidak dipungkiri ada banyak orang yang salah pada niatnya disetiap amal perbuatannya, bukan hanya pada seseorang yang awam saja bahkan sekelas para ustadz atau kyai sekalipun apalagi dijaman moderen yang serba canggih sekarang ini, harga mubalig yang begitu wah menggiurkan apalagi yang sering nongol di TV bisa saja Syietan menghasut mereka hingga mematok harga yang tidak bisa dipungkiri banyak masyarakat yang tidak sanggup untuk menghadirkannya.

Para pembaca yang dirahmati Allah, seseorang yang masuk Thoriqoh akan selalu dibimbing dalam niatnya baik oleh guru maupun para ikhwan yang lebih dulu masuk kedalam thoriqoh seperti yang saya alami, oleh sesama ikhwan thoriqoh saya disuruh untuk meluruskan niat, niat masuk thoriqoh lillahi ta'ala dan bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menghambakan diri kepada Allah karena kita ini memang hamba yang lemah yang tidak luput dari salah maka masuk thoriqoh adalah awal untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah sebagaimana tujuan Allah menciptakan manusia hanya untuk beribadah kepadanya, tapi bukan berarti kita lepas dari kasab duniawi akan tetapi setelah masuk thoriqoh kita bakal dibingbing sebagai seseorang yang takwa yang selali ingat pada Allah, pedagang yang takwa, buruh yang takwa, kantoran yang takwa, polisi yang takwa, pns yang takwa, intinya insan yang takwa yang selalu ingat Akan Allah sebagaimana amanat Almarhum sang guru Kh. Abdul Rasid r.a. terhadap saya, beliau pernah berkata," jika kamu jadi pedagang jadilah pedagang yang takwa disela-sela kamu berjualan hati kamu jangan lepas denga Allah, sebutlah namanya disetiap tarikan napasmu". Bahkan dari murid Syekh Ahmad sobrowi Ada seorang dari kalangan TNI Abri yang telah mencapai makom Mursyid, bahkan Guru saya sendiri Almarhum Syekh Ahmad Juraedin adalah seorang penebang Kayu beliau adalah mursyid penerus Syekh Ahmad Sobrowi. Maka dari itu jelaslah siapa saja apapun kedudukannya Allah tidak akan memandangnya yang dipandangnya adalah keimanan dan ketakwaan nya semata.

Jadi seseorang yang masuk thorikoh adalah seseorang yang mempunyai niat jelas bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah, yang mempunyai niat luhur untuk memperbaiki diri agar dicintai dan diridloi oleh Allah sang pencipta makhluk yang tidak berawal dan tidak berakhir yang bersipat Rahman dan Rahim.
dengan masuknya thoriqoh kita bakal dibimbing ruhani kita menuju Allah oleh guru Mursyid yang makomnya sudah mencapai makom Aulia yang dirinya selalu bersama Allah dan kita akan diajari untuk membersihkan diri kita termasuk hati kita dari kotoran dosa dan duniawi.
Semoga tulisan ini bermanfaat bagi semua pembaca dan memotifasi untuk mendekatkan diri kepada Allah Aamiin.

Niat dan Tujuan Masuk Thoriqoh

Niat dan Tujuan Masuk Thoriqoh 2

Jumat, 01 Juli 2016

Assalamu'alaikum saudara-saudari yang Allah mulyakan yuk kita lanjutkan artikel yang kemarin mengenai Niat dan Tujuan Masuk Thoriqoh.
Malu bertanya sesat dijalan pribahasa itu tidaklah salah, dan itulah akibatnya jika kita tidak mau bertanya lalu dengan pemahaman tanpa ilmu bicara sana-sini hingga mengakibatkan persepsi negatip dimata masyarakat dan fitnahlah merajalela.

Ada beberapa hal yang tidak saya mengerti saat mengikuti manakib, sama halnya dengan masyarakat yang mendengarkan diluar masjid maka dari itu dalam hati saya sudah disiapkan beberapa pertanyaan sekaligus asumsi masyarakat yang sudah menyebar jauh-jauh hari yang sudah mengakar bertahun-tahun.

Seperti biasanya setelah shalat Tarawih pengajian hikam dilanjutkan kembali setelah sehari sebelumnya diliburkan karena mengikuti kegiatan manakib. sebelum saya sempat bertanya sang guru telah lebih dulu menjawab pertanyaan saya yang selama ini tersimpan dalam hati. Dalam thoriqoh qodiriyah wa naqsabandiyah ada yang diebut perpaduan dzikir jahar dan dzikir khofi keduanya dipadukan antara dzikir yang dilapalkan dan dzikir didalam hati maka jika orang awam mendengarkan yang terdengar ditelinga adalah LA-IL bukan laa ilaaha illalah padahal semua bacaan tersebut dibaca secara utuh hanya saja dipadukan antara pelapalan dalam lisan dan hati jahar dan khofi. inilah yang selama ini menjadi polemik dan fitnah dimata masyarakat itu semua karena masyarakat enggan bertanya bahkan bukan hanya itu masyarakat sendiri yang menjauhi majlis tidak mau ikut berdzikir bersama bahkan bukan itu saja berjamaah shalat fardu saja sudah susah apalagi berdzikir apalagi dalam thorikoh berdzikir bisa memakan waktu berjam-jam enakan nongkrong diwarung kopi atau makan cemilan sambil nongton tv :) .
Ketika diterangkan kemasyarakat mengenai hal tersebut, mereka beralibi membela diri kenapa tidak diterangkan dari dulu? mau diterangkan bagaimana mereka sendiri menghindari dan menjauhi majlis dan enggan ikut berdzikir masuk pengajian juga kalau lagi ada MOOD, mau paham bagaimana denger dzikirnya juga samar-samar diwarung kopi sambil ngerumpi disanalah syetan membisikan keanehan-keanehan yang membuat fitnah bagi Ahli dzikir, Ahli dzikir diperbincangkan digibahkan, sedangkan nongkrong yang tidak ada gunanya tidak dipermasalahkan ibadah menjadi aneh yang tidak ibadah menjadi hal yang biasa benar sabda rosul diakhir jaman islam akan kembali Asing.
بدأ الإسلام غريباً وسيعود غريباً كما بدأ فطوبى للغرباء
Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang asing
bahkan seorang ahli dzikir disebut GODEBAG nama ini saya dengar sewaktu kecil dan setelah diterangkan ternyata GODEBAG adalah nisbat pada sebuah kampung godebag suryalaya yang sebagian besar penduduknya ahli dzikir. maka gugurlah persepsi buruk masyarakat yang saya dengar melalui desas-desus itu, kini ada secercah cahaya yang menyingkap tabir tersembunyi.
maaf saya sedikit lelah, membuat artikel sambil kerja. namti saya sambung lagi Insya Allah.
Niat dan Tujuan Masuk Thoriqoh bagian 1
Niat dan Tujuan Masuk Thoriqoh bagian 3
Assalamu'alaikum, Alhamdulillah kita semua telah mencapai hari ke 26 Romadhon dan besok insya Allah menginjak ke hari 27 Romadhon. Para pembaca yang semoga Allah merahmati kita semua Aamiin. Dulu saya adalah salah satu yang tidak mengenal Thoriqoh bahkan saya membenci salah satu tujuan masuknya orang-orang kedalam thoriqoh bahkan pengajarnya sekalipun, kenapa saya bisa seperti itu? karena mungkin saya tidak begitu peduli dengan yang namanya thorikoh hingga tidak menggali apa yang dinamakan thorikoh dan apa tujuan yang diajarkan dari thoriqoh dan ditambah oleh segelintir orang-orang yang masuk thoriqoh dengan niat dan tujuan yang salah ditambah persepsi masyarakat yang negatip karena kekeliruannya dan ketidak tahuan karena tidak mau bertanya lalu berkembanglah buah bibir secara sepihak buah dari kekeliruan yang mengakibatkan fitnah.

Setelah keluar dari Pondok, saya termasuk orang yang mandiri saya berusaha hidup sendiri jauh dari orang tua sebagai penjual bodasan ( pakaian ) dari pusat kota cihideung tasikmalaya sekitar awal tahun 1996, disana saya bergelut bertahun-tahun dan hanya bertemankan para pedagang hingga suatu hari saya diajak jualan di Ponpes Suryalaya salah satu pusat thorikoh terbesar dan sangat berpengaruh di indonesia.

Sedikitpun tidak terbersit dalam diri saya untuk mengetahui ponpes tersebut hanya saja ada terdengar selentingan bahwa ponpes tersebut merupakan tempat pengobatan para pecandu narkoba, tahun demi tahun terus berlalu setiap tanggal 11 bulan hijriah Ponpes Suryalaya dipenuhi para ikhwan yang datang dari berbagai arah dan saking banyaknya hingga berdesak-desakan dan disaat itu mulailah mengenal beberapa ikhwan yang ternyata banyak dari satu desa yang saya kenal hingga pda suatu saat tatkala makan disebuah warung nasi sang pemilik warung berkata" Jang, hayang beunghar embung ? ( Dek, apa adek mau kaya raya?)" saya menjawab spontan " saha nu teu hoyong atuh kang! pasti hoyong ari bengharmah. ) siapa yang kaga mau, pasti mau lah jadi orang kaya )" kalau mau kaya datang aja ke abah (abah anom) untuk ditalkin pasti kaya raya " begitulah obrolan singkat saya dengan pedagang warung nasi tersebut.

Saya adalah orang yang mungkin termasuk bandeul ( bangor ) kala dipondok, tapi walaupun demikian saya sedikit memahami ilmu tauhid sebagai pembenteng diri untuk membentengi diri dari syirik yang mengacu kepercayaan selain dari Allah. maka setelah obrolan singkat itu diketahuilah dari sudut pandang sebelah bahwa orang-orang yang masuk kesini tujuannya ingin kaya raya dan timbullah rasa su'udzon saya itu diakibatkan oknum atau seseorang yang salah niat melenceng dari tujuan thoriqoh tersebut.

Tahunpun berganti terasa semakin cepat, sekitar tahun 2012 saya diceramahi dan dimarahi oleh guru saya didepan umum karena mungkin beliau kasyaf, tapi saya tidak marah ada rasa tenang dalam diri saya ketika dimarahi sang guru saya ridlo dinasihati walaupun pada dasarnya didepan umum dan pada tahun tersebut justru saya semakin dekat dengan sang guru hingga puncaknya pada awal romadon ditahun 2013 saya disuruh ngaji kitab hikam, maka disanalah mulai penyiraman rohani yang sesungguhnya dari sang guru, kitab karya ibnu athoillah assakandari tersebut memukul meluluh lantakan jiwa yang sedang haus ilmu dan haus cinta terhadap sang kholik, apalagi sang guru menerangkannya dengan penuh ilmu dan hikmah sehingga sampai menusuk hati bagi siapa saja yang mendengarkannya. dan sesekali sang guru menceritakan ilmu ma'rifat dan seseorang yang telah mencapai ilmu tersebut serta menerangkan betapa nikmatnya pencapaian ma'rifat itu dibandingkan kenikmatan dunia dan segala isinya kenikmatan ma'rifat tidak ada duanya.

hingga tibalah pada suatu saat pengajian hikam dialihkan dan waktu tersebut digunakan untuk melakukan manakib dipusat kampung yang dipingpin oleh Syekh Ahmad Juraedin murid dari Syekh Ahmad Sobrowi, Abdal dari banjar.
Malu bertanya sesat dijalan pribahasa itu tidaklah salah, dan itulah akibatnya jika kita tidak mau bertanya lalu dengan pemahaman tanpa ilmu bicara sana-sini hingga mengakibatkan persepsi negatip dimata masyarakat dan fitnahlah merajalela.
Mohon maaf sehubungan telah malam artikelnya disambung besok Insya Allah
Niat dan Tujuan Masuk Thoriqoh bagian 2
Niat dan Tujuan Masuk Thoriqoh bagian 3

Jumat, 24 Juni 2016

 SILSILAH GURU MURSYID SYEKH AHMAD JURAEDIN


 SYEKH SOBROWI BIN AHMAD DZURIAT
( Randegan & SUKAJADI Banjar )
 SYEKH AHMAD JURAEDIN
( GUNUNG GADUNG BANJAR )
    Mursyid dari thoriqoh Al-Qodariyah Wa Al-Naqsanadiyah di Dusun Pasir Malang Desa Sukajadi  Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis adalah : Syekh Sobrowi Bin Ahmad Dzuriat. beliau resmi menjadi mursyid  dilantik oleh Syekh Mursyid Thoriqoh Syekh Muhammad Sanusi di Pasirlening Langensari Kota Banjar Selanjutnya kemursyidan dilanjutkan oleh Syekh Ahmad Juraedin dari Gunung Gadung Banjar. Berikut lampiran kemursyidanya sebagai berikut :

1.  Allah.Swt
2.  Jibril. As
3.  Nabi Muhammad Saw
4
Sayidina Ali bin tholib Kw.
4
Syekh Abu bakar as-siddiq Ra.
5
Sayidina sahid Husain Ibn Fatimah Azh.
5
Syekh Salman al farisi
6
Sayidina Ali zainal abidin
6
Syekh Qosim ibn muh abu bakar
7
Sayidina Muhamad. Al baqir
7
Syekh Imam ja’far ai-shodiq
8
Sayidina Ja’far as shodiq
8
Syekh Abu yazid al bastomi
9
Sayidina Musa al khadim
9
Syekh Abu hasan kharqoni
10
Syekh abi hasan ibn musa al ridlo
10
Abu ali al farmadi
11
Syekh Ma’ruf al kharaqi
11
Syekh Yusuf al hamdani
12
Syekh Siris as saqoti
12
Syekh Imam Khowajikan Abd kholik ghozwani
13
Syekh Abu qhosim Junaidi Bagdadii
13
Syekh Arif riya al qori’
14
Syekh Abu bakar as al sibli
14
Syekh Muhammad al anjiri
15
Syekh Abd wahid al tamimi
15
Syekh Ali rami tamimi
16
Syekh Abu al faroj al turutsi
16
Syekh M baba sambasi
17
Syekh Abi hasan ali karakhi
17
Syekh Amir kulali
18
Syekh Abu Sa’id Mubarok
18
Syekh Bahaudin al naqsabandi.qs
19
Syekh Abdul qodir al-jailani.qs
19
Syekh M alaudin al attari
20
Syekh Abdul aziz
20
Syekh Ya’qib jarekhi
21
Syekh Muhamad  hattaq
21
Syekh Ubaidilah ahrari
22
Syekh Syamsudin
22
Syekh M yazid
23
Syekh Syarifudin
23
Syekh Darwis Muhammad baqi’billah
24
Syekh Nurrudin
24
Syekh Imam Robbani Ahmad  faruq al shirhindi 
25
Syekh Waliyudin
25
Syekh Al maksum al syirbindi
26
Syekh Hisyamuddin
26
Syekh Syaifuddin afif Muhammad
27
Syekh Yahya
27
Syekh Nur Muhammad badawi
28
Syekh Abu bakar
28
Syekh Syamsudin habibullah janjani
29
Syekh Abdul rokhim
29
Syekh Abd al dahlawi
30
Syekh Usman
30
Syekh Abu sa’idal ahmadi
31
Syekh Abdul  Fattah
31
Syekh Ahmad s’id (w.1277/1860 madinah)
32
Syekh Muhamad  murod
32
Syekh M jan al maki(w.1266/1850 makkah)
33
Syekh Syamsudin
33
Syekh Kholil hilmi
                                                      
               34.   Syekh Ahmad  Khatib Al Syambasi
            35.   Syekh Abdul Kharim al Bantani
            36.   Syekh Muhamad Jarkasih ( Brenjan Purwodadi Purworejo )
               37.   Syekh Muhamad Siroj ( Sungai Rengat Singapur+Malaysia )
               38.   Syekh Muhamad Husein (  Parid Ujung Manik Kawunganten Cilacap )
            39.   Syekh Nur Muhammad Bustomi ( Purwosari Padang Ratu Bandar Lampung )
               40.   Syekh Mohammad Sanusi ( Langensari Kota Banjar )
               41.   Syekh Ahmad Sobrowi ( Randegan Kota Banjar)  
               42.   Syekh Ahmad Juraedin ( Gunung Gadung Kota Banjar)  
                      Syekh Ahmad Juraedin Bukan satu-satunya mursyid penerus Syekh Ahmad Sobrowi hanya saja untuk daerah jabar khususnya daerah banjar ciamis tasik dan pangandaran yang paling menonjol adalah beliau. Dan selepas kepergian beliau kehadirat ilahi belum muncul sosok pengganti dari jalur silsilahnya ( murid-muridnya ). tapi ada sosok dijalur silsilah Syekh Ahmad Sobrowi lainnya yang patut kita ikuti sebagai guru Rohani yaitu Syekh Sun Aji Sekaligus sebagai putra bungsu Syekh Ahmad Sobrowi.
          
       Sumber : http://hasbulohaljawani.blogspot.co.id
Sumber : Ky Jawahir Dusun psirlingga Desa Cikaso Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. 
sumber referensi : lembar silsilah tariqat Syekh Muhammad Sanusi (langgen Kota Banjar )



Translate

Asal Pengunjung

Donate

Cari Disini

Custom Search

Berlangganan Posts melalui email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Software Belajar Al-Qur'an

Popular Posts

Text Widget

Sedang Perbaikan